Ingrid Goes West (2017) Movie Review - LEMONVIE

Ingrid Goes West (2017) Movie Review

, , No Comments

🙶Talk about something cool, like food or clothes or Joan Didion!🙷

Instagram seperti kita tahu adalah aplikasi sosial media yang sangat popular, yang bahkan tren tersebut hampir menggeser dua situs sosmed terkemuka yaitu facebook dan twitter. Instagram memang sudah lama menjamur ditengah masyarakat dunia, dan sekarang aplikasi ini makin hari semakin multifungsi, dari sekedar menjadi ajang narsisme, berfoto ria, hingga pamer gaya hidup, sampai-sampai aplikasi satu ini dipakai sebagai ajang mencari ketenaran instan dengan cara yang tak lazim, yang kemudian hal tersebut disebut sebagai "selebgram".

Ingrid Goes West merupakan komedi satir yang jelas-jelas menyindir gaya hidup sosial yang terbelenggu oleh teknologi gadget secara berlebihan, sangat jujur mengemukakan dampak negatif dari perkembangan sosiokultural yang spesifik menyerang psikologis para pelaku karena salah kaprah memanfaatkan teknologi tersebut. Ingrid Thorburn yang diperankan Aubrey Plaza adalah contoh ironi dari korban perbudakan teknologi yang sudah mengakar.


Film yang disutradarai oleh Matt Spicer, beserta penulis naskahnya David Bandon Smith memang mencoba menceritakan kisah "menyeramkan" dibalik perbudakkan teknologi dan aplikasi sosial media bernama instagram. Tidak serta merta menjadi thriller psikologis, tapi dibalut dengan komedi jenaka yang piawai diperankan oleh Aubrey Plaza yang mampu berakting norak dan gila. Ingrid kontan memang gila, semenjak penyerangan terhadap teman dunia maya-nya, Charlotte, ia harus mendekam di rumah sakit jiwa selama beberapa waktu. Keluar dari sana, Ingrid tidak serta merta sembuh dari penyakitnya, malah semakin menjadi-jadi saat ia mengenal salah satu "selebgram" terkenal bernama Taylor Sloane (Elizabeth Olsen), yang membuatnya teradiksi akan gaya hidup Taylor yang sangat sempurna. Tertarik untuk mengikuti jejaknya, Ingrid pindah ke California agar bisa bertemu dengan idolanya tersebut.


Taylor bak king of pop Michael Jackson buat Ingrid. Saya sendiri antara lucu, empati dan sedih, meski dibilang sakit jiwa pun, saya tetap merasa kasihan dengan pola pikir dan hidup Ingrid yang sama sekali tidak punya tujuan hidup, yang hanya tahu bahwa instagram sebagai satu-satunya cara ia bahagia dan keluar dari depresi, minder dan putus asanya selama ini. Lahir dari obsesi, Taylor yang "perfect" dimatanya, seluruh gaya hidup dari makan, tempat nongkrong, status dan segala macam yang diperlihatkan Taylor di instagramnya, mulai ditirunya. Bahkan penampilan dan warna rambutnya pun semakin hari semakin menyerupai Taylor.

Ibarat ironi dalam tawa. Spicer buat saya betul-betul pintar membentuk satir sosial, mengkritisi sehubungan sisi gelap dari teknologi dan pengaruhnya bagi psikologis kadang sulit dijamah dan mudah diabaikan. Selain media instagram yang buat orang sangat kekinian, tapi film ini mencoba mengungkapkan keprihatinan saat dunia nyata dan dunia maya bertukar posisi. Ingrid ibarat sisi keras dari korban penyalahgunaan instagram, yang jauh lebih dalam digambarkan sebagai tokoh dengan gangguan psikis dan depresi, tampak terlihat dari sikap bahagianya (sampai nangis) hanya karena melihat akun instagramnya di follow, bahkan kecenderungan adiktif ini malah menjadi obat (narkoba) bagi Ingrid dari beban masa lalunya selama ini. Taylor pun sama-sama penderita, adiksi karena sikap narsisme berlebihan, racun yang memperlihatkan sentimentil garis halus soal "korban" yang menukar kehidupan nyatanya untuk kehidupan palsunya di instagram.


Ingrid Goes West tidak mungkin berakhir bagus jika bukan buah kepiawaian penulis naskah Bandon Smith yang pintar meracik narasi observatif yang kadang tak sedikit mengkritisasi perilaku instagrammer melalui comparing cerita humanisme batman akan Bruce Wayne yang kadang betul-betul relatable. Selain itu komedi ringan pun cukup membantu, meski tidak terlampau lucu, salah satu yang membantu konsistensi cerita dan komedi adalah akting Aubrey Plaza yang memang sosok komedian wanita yang gencar bermain gila dan tidak waras, Elizabeth Olsen pun cukup mengimbangi chemistry memikat sebagai Taylor, dari sikapnya yang cukup ceria, cool dan berkepribadian sempurna, namun punya latar belakang hidup yang sebetulnya penuh kekurangan. O'Shea Jackson Jr. sebagai Dan Pinto, kekasih khayalan Ingrid, meski aktingnya sedikit biasa saja, anak dari rapper Ice Cube ini sepertinya mulai menjadi rising star hollywood, perannya yang cukup mirip ayahnya ini mulai menguasai bakat ayahnya sejak "Straight Outta Compton." Wyatt Russell sebagai suami dari Taylor yang menjadi tokoh cukup penting untuk membuka masa lalu dirinya dan Taylor. Dan, Nicky (Billy Magnussen) saudara Taylor yang dulunya pemabuk dan brengsek, troublemaker yang cukup memberi kekacauan bagi hidup Ingrid.

Well, Ingrid Goes West adalah sebuah film satir yang mengkritisi dampak dari penggunaan sosial media bernama instagram, ya bukan hanya instagram tapi menyeluruh. Sebuah film yang memenuhi pesan penting soal keterbelakangan sosial dan individu modern. Dikala sebagian orang terhanyut oleh arus globalisasi yang kian menyiratkan pentingnya privasi dan kesadaran moral dari sekedar berperilaku di dunia maya maupun nyata. Buat saya ini adalah gagasan bagus yang patut ditonton, bukan hanya komedinya yang sedikit gila, norak dan konyol, tapi pesan satir tentang krisis globalisasi yang memang sulit dibendung, dan Spicer mengungkapkannya dengan sangat cerdas.


 


0 comments:

Post a Comment